Kematian mendewasakan kita

Baru beberapa hari yang lalu, aku mendengar kabar yang mengagetkan dari seorang teman baik ku.
Dia telah divonis sebuah penyakit yang bisa menjadi lebih parah, bahkan bisa berujung kematian.
Tanpa aku ketahui dia juga telah menjalani sebuah pengobatan yang juga menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Berbeda dari sebelumnya, dimana teman saya satu ini comel, banyak omong, dll. Namun kini seolah-olah dia semakin wise.
Semuanya telah dia ceritakan ke saya secara panjang lebar. Akupun yang tau kabar ini secara mendadak hanya bisa komentar “Hah? Ya ampun… Yang sabar ya…” Spechless.

Setelah ngobrol lama, akhirnya kami pun berpisah untuk pulang.

Keesokan harinya dia minta tolong agar beberapa hari kemudian aku bisa mengantarnya checkup ke dokter spesialis. Karena dia merasa kondisinya semakin drop.

Dalam pesan BBM yang dia kirimkan ada kata-kata yang sempat membuat ku terharu.

Him : “Nyet , kapan2 ikut gw checkup yah..”

Me : “Ok, nyet siap..”

Him : “kondisi gw drop, banyak gejala muncul..”

Me : “Yang sabar ya nyet.. mungkin itu karna pengaruh obat aja. Lagian cuaca skr emg sering bikin kondisi drop kok 🙂 ”

Him : “Ntar kalo gw mati, ceritain ke orang2 yang baek2 tentang gw ya nyet.. “

Me : “Nyet…………………. 😦 ”

dst….

Kini yang aku tau, bahwa permasalahan yang sulit akan semakin membuat orang menjadi lebih dewasa dalam menyikapinya.
Harusnya setiap manusia di dunia mampu berfikir dan membayangkan, “Bagaimana jika saya akan mati esok hari?”

Buat teman saya, yang sabar ya…  GBU.

Advertisements

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: